Mahasiswa Difabel Pemegang 17 Sertifikat Internasional

Anjas Pramono, Mahasiswa Difabel Kader NU yang Berhasil Ciptakan 5 Aplikasi

Pahliyani

Sejak kecil kakinya bermasalah, tulangnya rapuh, sehingga sering patah. Hingga dewasa ia harus menggunakan tongkat untuk berjalan. Dia adalah Anjas Pramono.

Umurnya masih 21 tahun. Kakinya mengidap salah satu penyakit langka namanya osteogenesis imperfecta. Osteogenesis imperfecta adalah kondisi yang ditandai dengan tulang rapuh, massa otot rendah, sendi dan ligamen longgar. Osteogenesis imperfecta adalah penyakit genetik yang dapat membuat tulang patah dengan mudah. Terkadang tulang patah dengan sendirinya tanpa penyebab.

Sejak kecil hingga kelas lima SD, Anjas sangat rapuh. Total patah tulang yang diterimanya sekitar dua puluh kali. Uniknya hanya bagian kaki atau punggung ke bawah yang sering patah pulang.

Saat balita, saat belajar duduk, belajar berdiri, Anjas beberapa kali tiba-tiba nangis, ternyata terdapat tulang yang patah pada bagian tubuhnya. Juga saat ia mengambil mainan, tiba-tiba patah. Itu yang menyebabkan Anjas mempunyai kelainan. Pertumbuhan tulangnya tumbuh bengkok. Saat dewasa pun sering jatuh, namun Anjas beranggapan tidak apa-apa.

Saat ini ia adalah mahasiswa aktif di Universitas Brawijaya, Fakultas Ilmu Komputer.  Anjas adalah mahasiswa yang telah mendapat sembilan penghargaan, mulai dari medali perunggu hingga emas. Ia bahkan telah mendapat 17 sertifikat internasional. Anjas juga berhasil lolos program beasiswa dari kementrian luar negeri di Amerika Serikat, dalam program pertukaran pelajar selama lima minggu.

Keterbatasan fisik tak lantas membuat Anjas Pramono berkecil hati. Anjas berhasil menciptakan aplikasi berbasis Android bernama Difodeaf, yaitu aplikasi kamus bahasa isyarat.

Melihat terbatasnya akses tuna rungu dalam berkomunikasi Difodeaf mengubah bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia menjadi Bahasa Isyarat. Dengan aplikasi Difodeaf, Anjas berharap masyarakat akan lebih mudah dalam mempelajari bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan penyandang tuna rungu.

Aplikasi Difodead pun telah meraih medali perak dalam event International Desain and Articulation di Universitas Teknologi di Malaysia. Dan medali emas dari University of Malaya. Atas prestasinya itu Anjas mendapat beasiswa dari University of Nebraska Omaha United State. Anjas mengikuti pendidikan selama lima pekan dan mempresentasikan aplikasi rancangannya di gedung putih Amerika Serikat. Total Anjas telah membuat lima aplikasi, Anjas mengaku bukan hanya sendiri, ia juga dibantu oleh tim.

Referensi : Kick Andy dan sehatq.com

Tinggalkan komentar