Batas Kehendak Manusia

Rezqi berasal dari Allah bukan dari usaha manusia | Jalan Dakwah

Indra Syarif

Semangatmu yang menggebu tak akan dapat menembus hijab Ketentuan Allah.” (Syekh Ibnu Atha’illah, Telaga Makrifat, hal. 18).

Sebuah cara pandang kembali ditawarkan oleh Syekh Ibnu Atha’illah, bagaimana batas manusia dalam berkehendak niscaya dibatasi oleh takdir Allah. Menurutnya, inilah keyakinan orang-orang makrifat yang tajam mata hatinya. Mereka tidak akan membuang energi tercurah hanya pada sebuah niat dan tujuan, karena dibalik itu semua ada Allah Sang Maha Berkehendak.

Hidup memang ibarat lautan ikhtiar yang tak bertepi, dalam tak berkarang. Manusia bisa berusaha seiring setiap tarikan dan hembusan nafasnya, tetapi pada batas finish-nya, takdir kadang berkata lain. Maka di situlah bukti kehadiran Allah dan kehendak-Nya. Pada sisi realitas hidup kita, selalu saja dihadirkannya kegagalan dalam mewujudkan harapan dan cita-cita, sebenarnya pada sisi makna adalah penegas eksistensi Allah yang Maha Mengetahui serta undangan kasih sayang-Nya kepada setiap makhluk. Bahwa apa yang dikehendaki untuk diwujudkan-Nya adalah wujud terbaik yang pada saat tertentu belum tentu dapat terpahami oleh kita sebagai makhluk-Nya, sekalipun berlawanan dengan harapan kita.

Di sini dibutuhkan penghayatan dan itikad yang baik tentang takdir Allah. Bahwa kehendak manusia dibatasi oleh dinding takdir. baik sesuai dengan keinginan maupun tak sesuai dengan keinginan, Tetapi tentu di sini penekanannya pada konteks di mana keinginan/harapan tak sesuai dengan kenyataan. Cara pandang dan beriman ini menunjukkan agar kiranya tak ada lagi penyesalan dan kekecewaan atas apapun yang dialami dalam hidup. Menciptakan sebuah ketenangan hidup selalu pada dasarnya ditentukan oleh olah batin (riyadhah) semacam itu. Senang dan sedih, tawa dan tangis, tegar dan luluh dan apapun itu semuanya adalah pola berpasangan dalam rangka terciptanya keseimbangan dalam hidup. Sehingga hidup berjalan maju dan bermakna yang selalu disertai ketakwaan, “Barangsiapa bertaqwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya.” (QS. Ath-Thalaq ayat 2). Wallahu A’lam

Tinggalkan komentar